Search Suggest

Memahami Bibit Siklon Tropis langkah Awal mengurangi resiko bencana banjir

Baca Juga:

Bibit Siklon tropis dan dampaknya : Hujan ekstrem yang menyebabkan banjir

1. Penyebab: Fenomena Bibit Siklon Tropis

Gambar pertama menjelaskan mengapa hujan ekstrem terjadi hingga menyebabkan banjir di wilayah Kudus, Pati, dan Jepara.

  • Mekanisme Cuaca:

    • Pusat Tekanan Rendah (Low Pressure): Terbentuknya bibit siklon tropis menciptakan area bertekanan rendah di lautan.

    • Konvergensi Angin: Bibit siklon ini menarik massa udara di sekitarnya, menciptakan pertemuan angin (konvergensi). Arah panah pada peta menunjukkan angin yang membawa uap air dalam jumlah besar menuju wilayah Jawa Tengah bagian utara (termasuk Kudus).

    • Pembentukan Awan Hujan: Udara lembap yang berkumpul kemudian naik secara intensif (evaporasi tinggi), membentuk awan hujan tebal yang memicu hujan lebat hingga ekstrem secara persisten (terus-menerus).

  • Siklus Kejadian:

    1. Evaporasi tinggi di laut.

    2. Pembentukan awan tebal.

    3. Curah hujan tinggi dalam waktu singkat yang melebihi kapasitas tampung sungai dan tanah.

  • Langkah Antisipasi (Sesuai Infografis):

    • Pra-Bencana: Pemantauan cuaca, pembersihan drainase, dan normalisasi sungai.

    • Saat Bencana: Evakuasi ke tempat aman, matikan listrik, hindari arus air deras.

    • Pasca Bencana: Pembersihan lumpur dan waspada penyakit kulit/pencernaan.


2. Akibat: Data Bencana Hidrometeorologi Kudus

Gambar kedua adalah Infografis Data Dampak (tertulis Update 14 Januari 2024, pukul 06:00 WIB) yang menunjukkan realitas kerusakan di lapangan akibat cuaca ekstrem tersebut.

A. Wilayah Terdampak Banjir & Limpasan

Banjir melanda area dataran rendah dan pemukiman padat. Kecamatan yang paling parah terdampak meliputi:

  • Kecamatan Mejobo: Hampir seluruh desa terdampak (Kesambi, Jojo, Mejobo, Golantepus, dll) dengan ketinggian air 20-60 cm. Ribuan rumah terendam.

  • Kecamatan Jati: Desa Jati Wetan, Tanjungkarang, dan Jetiskapuan mengalami genangan cukup dalam (30-100 cm di beberapa titik). Ini adalah area langganan banjir karena cekungan.

  • Kecamatan Undaan & Kaliwungu: Terjadi genangan di area persawahan dan pemukiman dengan ketinggian bervariasi antara 10-70 cm.

  • Kecamatan Jekulo: beberapa rumah di Bulungcangkring dan Bulung Kulon terendam.

B. Wilayah Terdampak Tanah Longsor

Karena curah hujan ekstrem, wilayah dataran tinggi di Kudus mengalami longsor:

  • Kecamatan Dawe: Terjadi di Desa Japan, Kuwukan, Kajar, Ternadi, Colo. Kerusakan meliputi rumah rusak, akses jalan tertutup, dan titik longsor di bahu jalan.

  • Kecamatan Gebog: Desa Rahtawu dan Menawan mengalami beberapa terjadi titik longsor yang menutup akses dan merusak rumah.

C. Wilayah Terdampak Cuaca Ekstrem (Angin Kencang)

Selain air, angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan atap rumah di Kecamatan Kaliwungu, Kota, Gebog, Jati, dan Dawe.


3. Ringkasan Total Dampak 

Catatan: Pola bencananya sangat relevan dengan kondisi cuaca Januari yang sering dipengaruhi bibit siklon.

Penutup

Sekian Penjelasan Singkat Mengenai Memahami Bibit Siklon Tropis langkah Awal mengurangi resiko bencana banjir . Semoga Bisa Menambah Pengetahuan Kita Semua.

Posting Komentar

pengaturan flash sale

gambar flash sale

gambar flash sale