SISTEM
MONITORING SEISMIK & PERINGATAN TSUNAMI NASIONAL

Aplikasi
ini dirancang sebagai antarmuka interaktif dan taktis untuk memantau aktivitas
gempa bumi dan mendeteksi potensi ancaman tsunami secara real-time di
wilayah Indonesia.
Aplikasi web interaktif (Single Page
Application)
berbasis teknik sipil dan geofisika. Aplikasi-aplikasi ini dirancang dengan
gaya visual modern siber (cyberpunk/high-tech/dark-mode) menggunakan
kombinasi HTML5, Tailwind CSS, JavaScript murni, dan pustaka pemetaan GIS.
Berikut
adalah penjelasan detail mengenai fitur, teknologi, dan komponen utama dari
aplikasi web tersebut:
1. Fitur Utama & Fungsionalitas
·
Integrasi
Live Data BMKG:
Aplikasi secara otomatis melakukan sinkronisasi data setiap 60 detik
(menggunakan hitung mundur/ live timer) dengan API resmi BMKG untuk
mengambil data gempa bumi terkini (Magnitudo 5.0+).
·
Peta
Episentrum Interaktif (GIS & Satelit): Memvisualisasikan titik koordinat pusat gempa (episentrum)
menggunakan peta interaktif. Pengguna bisa mengubah jenis peta antara mode Street
(Jalan), Satellite (Satelit), atau Topo 3D (Topografi). Terdapat
juga fitur Full Screen untuk memperbesar peta.
·
Radar
Cuaca & Fluida Laut:
Selain peta GIS, terdapat tab "Radar Laut" yang menyematkan (embed)
visualisasi pergerakan fluida/gelombang laut dari Windy.
·
Kalkulator
& Simulator Parameter Gempa Bumi: Pengguna dapat mensimulasikan skenario gempa secara dinamis
menggunakan slider untuk menentukan nilai Magnitudo, Kedalaman Sesar
(Hiposentrum), serta mekanisme patahan (Thrust Fault, Normal Fault, atau
Strike-Slip Fault).
·
Sistem
Peringatan Dini Otomatis (Banner & Status Card): Dasbor akan berubah warna secara
dinamis berdasarkan tingkat bahaya gempa yang terdeteksi:
o AWAS (Merah): Estimasi tsunami > 3 meter
(Perintah evakuasi total).
o SIAGA (Oranje): Estimasi tsunami 0.5 – 3.0 meter.
o WASPADA (Kuning): Estimasi tsunami < 0.5 meter.
·
Katalog
Historis Bencana:
Menyediakan data arsip gempa besar yang pernah terjadi di Indonesia, seperti
Gempa & Tsunami Aceh (2004), Tsunami Palu Donggala (2018), dan Gempa
Yogyakarta (2006).
·
AI
User Terminal (Chatbot):
Menyediakan konsol obrolan asisten mitigasi bencana buatan yang merespons kata
kunci tertentu seperti "gempa", "eta", atau "20-20-20" untuk memberikan panduan keselamatan.

· Sistem
Sirine Audio Otomatis (AWAS): Menggunakan Web Audio API internal untuk
membunyikan sirine kebencanaan (wailing dual-tone oscillator) secara
otomatis apabila status gempa bumi mencapai level tertinggi (AWAS, >
M 7.8 dan dangkal) tanpa memerlukan file MP3 eksternal.
2. Komponen Subsistem Teknologi Mitigasi
Di
dalam dasbor ini, terdapat edukasi mengenai 4 pilar infrastruktur teknologi
pendeteksi tsunami, yaitu:
- Seismometer: Alat mencatat gelombang kejut bumi (P-Wave &
S-Wave) untuk menghitung lokasi episentrum.
- Tide Gauge: Sensor di area pantai pelabuhan untuk membaca
fluktuasi pasang surut air laut setelah gempa.
- InaBUOY Sensor (OBPR): Pelampung jangkar laut dalam yang menggunakan Ocean
Bottom Pressure Recorder untuk mendeteksi perubahan tekanan
hidrostatis dasar laut secara instan saat dilewati gelombang tsunami.
- HF Radar Beach: Sistem radar frekuensi tinggi di pantai untuk
memetakan anomali arus permukaan. Gabungan data InaBUOY dan HF Radar
digunakan untuk menghasilkan ETA (Estimated Time of Arrival) atau
akurasi prediksi waktu tiba tsunami di daratan secara presisi.
3. Protokol Keselamatan Mandiri (20-20-20)
Aplikasi
ini juga menyertakan panduan bagi masyarakat pesisir melalui rumus 20-20-20:
- Jika merasakan gempa bumi kuat
selama 20 Detik,
- Masyarakat memiliki waktu
respons evakuasi sekitar 20 Menit,
- Untuk segera lari menuju ke
tempat aman dengan ketinggian minimal 20 Meter dari garis pantai.
4. Spesifikasi Teknologi Pembuatan (Tech Stack)
- Framework CSS: Tailwind CSS (versi 4) digunakan untuk mendesain
antarmuka yang modern, responsif, dan bertema teknologi siber (cyberpunk/dark
tech look).
- Library Peta: Leaflet.js digunakan untuk merender peta geografis
serta penanda lingkaran episentrum (Circle Marker) lengkap dengan
animasi gelombang kejut gempa (pulse epicenter).
- Ikonografi: Font Awesome 6.4.0.
- Arsitektur Kode: Ditulis menggunakan Vanilla JavaScript (JS murni)
untuk logika simulasi, manipulasi DOM, penggantian tema (Dark/Light
Mode), pemrosesan logika chatbot, dan pengambilan data API (fetch
asynchronous).
Aplikasi
ini dikembangkan oleh Mohamad Hartadi dengan fokus arsitektur pada
Komputasi & Pemodelan Kebencanaan Geofisika dan Analisis Geoteknik


Tunggu waktu akan diluncurkan (masih dalam uji coba dan cek bug aplikasinya)
Penutup
Sekian Penjelasan Singkat Mengenai SISTEM MONITORING SEISMIK & PERINGATAN TSUNAMI NASIONAL. Semoga Bisa Menambah Pengetahuan Kita Semua.