Search Suggest

Mengenal Sofware Geo5 versi 2024

Baca Juga:

Berikut penjelasan yang jelas, teknis, dan langsung ke perbedaan mengenai:

  1. Pemodelan Material: Soil Foliation – Considered vs Not Considered

  2. Pengaruhnya pada Parameter Identifikasi

  3. Perbedaan Uplift Pressure pada GEO5: Saturated Unit Weight (Standard) vs “Computed from Porosity”


1. Soil Foliation: Considered vs Not Considered

Foliation di GEO5 dipakai untuk memodelkan lapisan material berarah (anisotropic)—misalnya batuan berlapis, shale, slate, schist, atau tanah yang memiliki struktur arah tertentu akibat deposisi.

✅ A. Soil Foliation – Considered (Diaktifkan)

Artinya kamu menganggap bahwa material memiliki beda kekuatan & kekakuan berdasarkan arah lapisan.

Pengaruhnya pada parameter identifikasi:

Ketika Foliation considered, kamu harus mendefinisikan parameter tambahan:

Parameter TambahanFungsi
Dip Angle / Dip DirectionOrientasi bidang foliasi
Strength Reduction Factor (Parallel/Perpendicular)Mengatur perbedaan kohesi & friction angle antara arah sejajar & tegak foliasi
Different Elastic Modulus (E∥ dan E⊥)Kekakuan material menjadi anisotropik

Dampaknya terhadap analisis:

  • Material lebih lemah pada arah sejajar foliasi → potensi bidang longsor mengikuti foliasi.

  • Tegangan efektif & faktor keamanan berubah karena anisotropi kekuatan.

  • Analisis deformasi (FEM) menghasilkan bentuk deformasi lebih realistis untuk batuan berlapis.


🚫 B. Soil Foliation – Not Considered (Tidak diaktifkan)

Material dianggap homogen dan isotropik.

Parameter yang digunakan hanya:

  • γ (unit weight)

  • c (kohesi)

  • φ (sudut geser dalam)

  • E (modulus elastis)

  • ν (Poisson’s ratio)

Dampaknya:

  • Material dianggap punya kekuatan yang sama di semua arah.

  • Tidak ada pengaruh struktur arah terhadap nilai FS atau deformasi.


Kesimpulan Bagian 1

ModeMaterialParameter TambahanDampak
Foliation ConsideredAnisotropik (arah lapisan memengaruhi kekuatan)Dip, Strength Ratio, E∥/E⊥FS berubah, arah longsor berubah
Not ConsideredIsotropikTidak perluPerhitungan lebih sederhana tetapi kurang realistis pada batuan berlapis

2. Uplift Pressure di GEO5: Perbedaan Metode Satuan Berat Tanah

Pada GEO5, satuan berat tanah jenuh (γ_sat) dapat dipilih dari:

A. Saturated Unit Weight (Standard)

Kamu memasukkan nilai γ_sat secara langsung, biasanya hasil laboratorium atau SNI.

  • Tidak ada perhitungan internal terkait porositas.

  • Uplift pressure dihitung berdasarkan Î³_w dan elevasi muka air tanah.

  • Efektif stress = total stress – pore pressure (klasik Terzaghi).

Digunakan jika: hasil laboratorium sudah tersedia → lebih akurat.


B. Saturated Unit Weight “Computed from Porosity”

GEO5 akan menghitung Î³_sat otomatis menggunakan:

γsat=(1n)γs+nγw\gamma_{sat} = (1-n)\gamma_s + n\gamma_w

dimana

  • n = porositas

  • γ_s = unit weight butiran padat

  • γ_w = 9.81 kN/m³

Karakteristik:

✔ Cocok bila kamu hanya punya porosity dan specific gravity (Gs)
✔ Lebih teoritis, bisa berbeda dari hasil laboratorium
✔ Memengaruhi nilai uplift karena γ_sat memengaruhi tegangan total

Dampak terhadap uplift pressure:

Jika γ_sat lebih besar, tekanan air pori relatif menurun (karena tegangan total naik).
Jika γ_sat lebih kecil, efektif stress menurun sehingga risiko uplift lebih besar.


Kesimpulan Bagian 2

MetodeInputKelebihanKekuranganDampak ke Uplift
Standard γ_satMasukkan langsung γ_satLebih akurat bila data lab adaButuh data labUplift lebih tepat
Computed from PorosityPorositas, GsDipakai saat data lab kurangHasil teoritis, bisa terlalu rendah/tinggiUplift bisa lebih besar/kecil tergantung n

Ringkas Paling Pendek

  • Foliation considered: material anisotropik → perlu sudut foliasi, strength ratio → analisis lebih realistis.

  • Foliation not considered: isotropik → parameter lebih sederhana.

  • γ_sat Standard: nilai langsung dari lab → uplift lebih akurat.

  • γ_sat Computed from porosity: dihitung otomatis dari n & Gs → uplift bisa berubah lebih besar/kecil.


(A) tabel perbandingan, (B) langkah literal/menus (GEO5, versi umum — catatan: label menu bisa sedikit berbeda antar versi), (C) skema gambar foliation (ASCII + penjelasan), dan (D) studi kasus perhitungan uplift dengan angka contoh dan interpretasi. Semua dilakukan langsung di sini.

1) Tabel perbandingan lengkap

(Perbandingan Soil Foliation Considered vs Not Considered dan Saturated unit weight: Standard vs Computed from porosity)

AspekFoliation ConsideredFoliation Not considered
Asumsi materialAnisotropik — kekuatan/kekakuan bergantung arah relatif foliasiIsotropik — sifat sama di semua arah
Input tambahan di modelOrientasi foliasi (dip angle, dip direction), rasio kekuatan/KOH antara sejajar & tegak (strength reduction factor), E∥ / E⊥ (opsional)Tidak ada input orientasi atau rasio arah
Parameter geser efektifc & φ bisa berbeda untuk arah ∥ dan ⟂ foliasi (c∥, φ∥ ; c⊥, φ⊥)Satu set c dan φ tunggal
Pengaruh pada kestabilanPotensi longsor sepanjang foliasi; FS menurun jika foliasi mendukung bidang lepasLongsoran cenderung berbeda; tidak menampilkan kegagalan sepanjang foliasi
Analisis deformasiDeformasi anisotropik; redistribusi tegangan mengikuti orientasi foliasiDeformasi lebih simetris / homogen
Kapan harus pakaiBatuan berlapis (schist, slate, shale), tanah terpancung atau unit dengan struktur laminarMaterial homogen tanpa orientasi lapisan
Risiko jika salah asumsiMengabaikan foliation dapat meremehkan peluang kegagalan retrogressive atau planarMenyatakan foliation bila tidak ada → overcomplicate & potensi input yang tidak realistis
Aspekγ_sat = Standard (input langsung)γ_sat = Computed from porosity
InputMasukkan γ_sat (kN/m³) langsung (hasil lab)Masukkan n (porosity), Gs (atau γ_s), lalu software hitung γ_sat
Formula internalTidak ada perhitungan; nilai dipakai langsungγ_sat = (1−n)·Î³_s + n·Î³_w (dengan γ_s = Gs·Î³_w)
KeakuratanLebih akurat bila ada data labBerguna jika data lab tidak tersedia; teoritis
Sensitivitas ke porositasSangat sensitif; perubahan n signifikan mempengaruhi γ_sat
Pengaruh ke uplift & teg. efektifTotal stress langsung bergantung pada γ_sat input; pore pressure tergantung kepala airγ_sat terhitung mempengaruhi total stress → perbedaan tegangan efektif
RekomendasiGunakan bila ada uji lab γ_satGunakan hanya bila tidak ada data lab lengkap; verifikasi dengan uji lab bila mungkin

2) Contoh input GEO5 — langkah literal (menu & tombol)

Catatan: nama menu dapat sedikit berbeda antar versi GEO5. Saya tulis langkah yang lazim ditemui pada modul Material / Soil / Rock di GEO5:

A. Membuat material baru & mengaktifkan foliation

  1. Menu utama: Materials → klik New → pilih Soil / Rock sesuai jenis.

  2. Dialog Material Properties terbuka. Isi tab General: Name, Description.

  3. Tab Strength: masukkan parameter dasar (c, φ, E, ν).

  4. Untuk foliation/anisotropy: cari checkbox atau tombol "Foliation / Anisotropy" atau "Layered / Foliation" → tick/enable.

  5. Setelah aktif, muncul sub-tab / group:

    • Dip angle (°) — masukkan orientasi kemiringan foliasi.

    • Dip direction (azimuth) — arah azimut (opsional).

    • Strength ratio (∥ / ⟂) atau langsung isikan c∥, φ∥ dan c⊥, φ⊥ jika tersedia.

    • E∥ dan E⊥ atau rasio E jika FEM memerlukan.

  6. Klik OK / Apply untuk menyimpan material.

B. Menentukan unit weights / saturated unit weight

  1. Masih di Material Properties → tab Weights / Unit weight. Biasanya ada field: Î³_dryγ_satγ_submerged.

  2. Pilihan input biasanya:

    • Enter γ_sat manually → isi nilai (mis. 20.0 kN/m³).

    • Compute γ_sat from porosity → checkbox / radio button "Compute from porosity" → klik.

  3. Jika pilih compute: masukkan Porosity (n) atau Void ratio (e) dan Gs (specific gravity) atau Î³_s. Software akan menampilkan γ_sat hasil perhitungan.

  4. Jika ada pilihan standard / comp. from porosity pilih sesuai kebutuhan, kemudian Apply.

C. Menjalankan analisis (uplift, pore pressure)

  1. Di modul geotechnical design (mis. Seepage / Groundwater): masukkan boundary conditions untuk muka air, head atau flux.

  2. Di modul stability/foundation: pastikan material yang dipakai di assign pada lapisan.

  3. Jalankan solver: Run / Calculate → hasil termasuk distribusi pore pressure (p), total stress, effective stress, dan faktor keamanan (FS).

  4. Lihat output: Pore pressure diagram / Uplift pressure pada elemen dasar (mis. base of core / foundation).


3) Skema & penjelasan gambar foliation (ASCII + penjelasan singkat)

Sketsa sederhana (side-view):

/\/\/\/\/\ <-- Reservoir water surface (RWL) | | | Rock | <- rock mass with foliation planes dipping right |_______ | \ /// / <- foliation planes (lines) -> lebih lemah sejajar arah ini \/// / \ / ---------- Base (foundation/abutment)

Penjelasan:

  • Foliation plane adalah bidang lemah yang berulang (laminar). Bila foliation mendekati paralel dengan muka lereng atau permukaan fondasi, kegagalan planar atau geser sepanjang bidang foliasi sangat mungkin.

  • Bila foliation dipping ke arah lembah (searah kemiringan permukaan), sebuah potensi plane sliding besar; jika foliation dipping ke dalam bukit mungkin lebih stabil.

  • Ketika memodelkan foliation, harus menentukan: dip angledip direction, dan parameter mekanik sepanjang dan tegak foliasi (c∥, φ∥ vs c⊥, φ⊥).

  • Pada diagram FEM, foliation biasanya direpresentasikan sebagai orientasi anisotropi (tensor kekuatan atau batas Mohr-Coulomb terpisah).


4) Studi kasus perhitungan uplift — langkah demi langkah (angka contoh, lengkap perhitungan)

Situasi contoh (skenario dam/pond foundation sederhana):

  • Elevasi muka air reservoir (RWL) = permukaan tanah referensi.

  • Dasar lapisan jenuh / titik yang kita hitung = 10.00 m di bawah muka air (h = 10.00 m).

  • Nilai dasar dipakai: γ_w = 9.81 kN/m³.

  • Dua skenario untuk γ_sat:

    • Case A (Standard): Î³_sat input langsung = 20.00 kN/m³ (data laboratorium)

    • Case B (Computed from porosity): n = 0.35 ; Gs = 2.70 → software menghitung γ_sat

Langkah 1 — Hitung γ_sat (Case B) secara digit-by-digit

  • γ_w = 9.81 kN/m³

  • γ_s = Gs × Î³_w = 2.70 × 9.81 = 2.7 × 9.81

    • 9.81 × 2 = 19.62

    • 9.81 × 0.7 = 6.867

    • Jumlah = 19.62 + 6.867 = 26.487 kN/m³ → Î³_s = 26.487 kN/m³

  • γ_sat = (1 − n)·Î³_s + n·Î³_w

    • (1 − n) = 0.65

    • (0.65)·Î³_s = 0.65 × 26.487 = 17.21655 kN/m³

    • n·Î³_w = 0.35 × 9.81 = 3.4335 kN/m³

    • γ_sat = 17.21655 + 3.4335 = 20.65005 ≈ 20.65 kN/m³

Langkah 2 — Hitung uplift (pore) pada kedalaman 10 m

  • Kepala air vertical = h = 10.00 m → pore pressure p = γ_w × h

    • p = 9.81 × 10.00 = 98.10 kPa

Langkah 3 — Hitung total stress dan effective stress di kedalaman 10 m
Total stress σ_total = γ_sat × z (z = 10 m). Effective stress σ' = σ_total − p.

  • Case A (γ_sat = 20.00 kN/m³)

    • σ_total_A = 20.00 × 10.00 = 200.00 kPa

    • σ'_A = 200.00 − 98.10 = 101.90 kPa

  • Case B (γ_sat = 20.65005 kN/m³)

    • σ_total_B = 20.65005 × 10.00 = 206.5005 kPa

    • σ'_B = 206.5005 − 98.10 = 108.4005 kPa

Langkah 4 — Bandingkan perbedaan

  • Perbedaan effective stress = σ'_B − σ'_A = 108.4005 − 101.90 = 6.5005 kPa

  • Persentase kenaikan ≈ 6.5005 / 101.90 ≈ 0.0638 → ≈ 6.38% increase

Interpretasi teknis:

  • Dengan menggunakan γ_sat yang dihitung dari porositas (Case B), total stress lebih tinggi → tegangan efektif di dasar juga sedikit lebih tinggi (lebih baik) sehingga efek uplift relatif lebih kecil pada rasio tegangan efektif.

  • Dalam contoh ini perbedaan 6.5 kPa (≈6.4%) mungkin tidak besar untuk beberapa aplikasi, namun dapat signifikan bila margin keselamatan kecil (mis. faktor keamanan terhadap terangkatnya dasar atau faktor keamanan daya dukung tanah yang sensitif pada tegangan efektif).

  • Catatan penting: penambahan γ_sat dari porositas dapat menghasilkan γ_sat lebih besar atau lebih kecil dari nilai lab; hasil tergantung Gs dan n. Jadi selalu verifikasi dengan data laboratorium bila tersedia.


5) Implikasi praktis & rekomendasi operasional

  1. Jika data lab tersedia → pakai γ_sat lab (Standard). Data lapangan dan lab lebih andal daripada asumsi porositas.

  2. Jika hanya punya n & Gs → gunakan computed-from-porosity, namun lakukan sensitivity check (jalankan analisis dengan n ± 0.05 atau Gs ± 0.05) untuk melihat seberapa sensitif desain terhadap asumsi ini.

  3. Selalu aktifkan foliation bila material menunjukkan struktur lapisan (shale, schist, tanah organik/laminar). Input orientasi (dip) sangat penting — arah foliasi relatif terhadap lereng/foundation dapat mengubah modus kegagalan dari rotasi ke planar.

  4. Periksa pengaruh uplift pada efektif stress dan FS: jika uplift mendekati nilai yg mengurangi σ′ sampai 0 atau hampir, diperlukan drainase, reliefe wells, cutoff, atau grout untuk menurunkan pore pressure.

  5. Gunakan sensitivity runs di GEO5: dua skenario (with/without foliation) dan beberapa nilai γ_sat (lab / computed / ±variasi) untuk melihat rentang FS dan deformasi.


6) Tambahan: contoh quick checklist input GEO5 sebelum compute

  •  Material assigned pada semua layer (core, shell, foundation)

  •  Jika foliation: masukkan dip angle & arah, c∥/φ∥ & c⊥/φ⊥ (atau rasio strength)

  •  Unit weights: γ_dry, γ_sat (pilih Manual / Compute from porosity)

  •  Boundary conditions groundwater: head pada reservoir & boundary seepage

  •  Mesh / element size check (untuk FEM seapage & stability)

  •  Run sensitivity cases: porosity ±0.05; Gs ±0.05; dip angle ±10°.


img

Berikut ringkasan fitur-baru dan peningkatan pada GEO5 2024 berdasarkan sumber resmi.


Fitur Baru & Peningkatan di GEO5 2024

  1. Modul Laboratorium (GEO5 Laboratory)

  2. Peningkatan di FEM (Finite Element Method)

    • Model Hoek-Brown ditambahkan, berguna untuk analisis batuan. Geoengineer+1

    • Rekonstruksi spesifikasi lining (pendukung/struktur pelapis di terowongan atau struktur bawah tanah). Geoengineer+1

  3. Pembaharuan pada Modul Stratigraphy (Geologi / Stratigrafi)

  4. Micropile & Pondasi Dalam

    • Penggunaan batang penuh (full rods), dari katalog maupun definisi pengguna sendiri. Geoengineer+1

    • Input parameter bond strength (daya ikat antar batang/mikropile dengan tanah) sebagai parameter tanah. Geoengineer

  5. Settlement / Konsolidasi Tanah

    • Modifikasi tanah bawah (subsoil) untuk mempercepat konsolidasi melalui vertical drains (saluran vertikal). Geoengineer+1

  6. Standarisasi & Kepatuhan terhadap Regulasi

    • Modul seperti Spread Footing, Pile, Micropile, Pile Group diperbarui untuk mematuhi standar ÄŒSN 73 1004 (Czech Republic). Geoengineer+1

    • Semua program ditingkatkan agar mendukung standar beton bertulang baru NBR 6118-2023Geoengineer+1

  7. Desain Sheeting / Sheet Pile / Dinding Penahan

    • Penambahan reinforcement (penguat) dengan jaring (nets) di kedua permukaan dinding pada modul Sheeting Check & Sheeting Design. Geoengineer+1

    • Hasil perhitungan dapat ditampilkan per meter ataupun pada cross-section. Geoengineer+1

  8. Excavation / Pengaruh Gempa

    • Ditambahkan batas kedalaman (depth limit) untuk pengaruh gempa pada analisis excavations. Geoengineer+1

  9. Perhitungan Kapasitas Geser (Shear Capacity) Tiang

    • Metode iteratif untuk menghitung kapasitas geser tiang (pile shear capacity). Geoengineer+1

  10. Interoperabilitas & Manajemen Data

    • Koneksi ke cloud: penyimpanan & akses data lewat layanan cloud (Google Drive, Dropbox, OneDrive). Geoengineer+1

    • Import & input data pengguna dalam format IFC. Geoengineer+1

    • Import CAD dalam format IFC dan DGN. Geoengineer+1

  11. New / Improved Produk Spesifik

    • Modul Prefab Wall generasi baru: pembuatan dinding secara keseluruhan, visualisasi 3D, daftar blok yang digunakan, potongan melintang untuk analisis, blok yang didefinisikan pengguna, katalog dari produsen. FineSoftware+2geoprac.net+2


Catatan Tambahan

Laboratorium GEO5

Program Laboratorium menyediakan pemrosesan dan analisis uji laboratorium tanah dan batuan yang efektif. Program ini tidak hanya ditujukan untuk laboratorium, tetapi juga untuk ahli geologi dan geoteknisi.

  • Jenis uji laboratorium yang didukung, misalnya:
    • Distribusi Ukuran Partikel
    • Batas Atterberg
    • Uji Rasio Bantalan California (CBR)
    • Shear Box Test = Uji Kotak Geser
    • Templat pengujian yang ditentukan pengguna
  • Pertukaran data dengan aplikasi Pengumpul Data GEO5

Fitur baru dalam program GEO5

  • FEM - model hoek -brown
  • FEM - Rekonstruksi spesifikasi lapisan
  • Stratigraphy - stratigrafi - Rumus dan grafik yang ditentukan pengguna dalam templat
  • Stratigraphy - stratigrafi - output untuk printer format besar
  • Micropile - batang penuh (katalog, ditentukan pengguna)
  • Settlement - Penyelesaian - Modifikasi subsoil untuk konsolidasi yang lebih cepat (saluran vertikal)
  • Spread Footing, Pile, Micropile, Pile Group – pijakan spread, tiang, micropile, grup tiang - CSN 73 1004
  • Stratigraphy - stratigrafi - peta geologis untuk Italia
  • Micropile - mikropil - input kekuatan ikatan sebagai parameter tanah
  • Excavations - Penggalian - Batas kedalaman untuk efek gempa bumi
  • Sheeting Check - Penguatan dengan jaring di kedua permukaan dinding
  • Sheeting Check - Hasil Perhitungan per meter atau pada penampang
  • Pile - metode berulang untuk menghitung kapasitas geser tiang

GEO5 2024 - Modifikasi subsoil untuk konsolidasi lebih cepat (saluran vertikal) dalam program penyelesaian


GEO5 2024 - Peta Geologi untuk Italia dalam stratigrafi GEO5

GEO5 2024 - Penguatan dengan jaring di kedua permukaan dinding dalam pemeriksaan lembaran dan desain lembaran

Perbaikan di semua program

  • Cloud Connection - Simpan ke dan akses data dari berbagai layanan cloud
  • IFC - input data pengguna baru
  • CAD import - format IFC dan DGN

fitur-baru GEO5 2024 dengan aplikasi praktis di Indonesia, terutama untuk kondisi tanah, regulasi, dan jenis proyek yang sering ditemui.


🔎 Relevansi GEO5 2024 untuk Indonesia

1. Laboratorium & Investigasi Tanah

  • Fitur baru modul GEO5 Laboratory sangat cocok untuk mendukung uji tanah di laboratorium geoteknik Indonesia.
    ➝ Misalnya uji CBR (California Bearing Ratio)Atterberg LimitsShear Box Test – semuanya lazim dipakai dalam proyek jalan raya, bandara, dan pelabuhan.
    ➝ Dengan template yang bisa disesuaikan, laboratorium di Indonesia bisa langsung menyesuaikan dengan SNI (Standar Nasional Indonesia).


2. FEM (Finite Element Method) & Analisis Batuan

  • Tambahan Hoek-Brown model sangat relevan untuk proyek tunnel di kawasan pegunungan (contoh: proyek kereta cepat Jakarta–Bandung, jalan tol bawah tanah, tambang batubara dan nikel di Sulawesi/Kalimantan).

  • Bisa membantu memodelkan kestabilan batuan pada galian bawah tanah atau lereng batuan keras di tambang terbuka.


3. Stratigrafi & Visualisasi Geologi

  • Modul stratigraphy kini bisa dicetak dalam format besar, cocok untuk peta geologi & bor stratigrafi pada proyek bendungan, jalan tol, atau pelabuhan.

  • Pengguna di Indonesia bisa membuat cross-section tanah berlapis (alluvium, lempung, pasir, batuan dasar) dengan grafik yang disesuaikan.


4. Micropile & Pondasi Dalam

  • Banyak proyek gedung tinggi di kota besar (Jakarta, Surabaya, Medan) menggunakan pondasi tiang bor & micropile.

  • Fitur full rods & bond strength sebagai parameter tanah membantu merancang pondasi dalam di tanah lunak berlapis lempung khas dataran pantai utara Jawa.


5. Konsolidasi Tanah dengan Vertical Drains

  • Soft soil improvement sangat penting di Indonesia, khususnya di area reklamasi Jakarta, Semarang, Makassar.

  • GEO5 2024 mendukung analisis percepatan konsolidasi dengan vertical drains, sesuai dengan metode prefabricated vertical drain (PVD) yang sering dipakai kontraktor di tanah lempung lunak.


6. Regulasi & Standarisasi

  • Meskipun update resminya mengikuti standar Eropa (ÄŒSN, NBR, AISC), template di GEO5 bisa dikustomisasi dengan SNI.

  • Misalnya, perhitungan kapasitas daya dukung pondasi, kestabilan lereng, dan desain dinding penahan tanah bisa disesuaikan agar memenuhi SNI 8460:2017 (Perencanaan Geoteknik).


7. Sheet Pile, Dinding Penahan, & Galian

  • Sangat berguna di proyek pelabuhan (sheet pile di Tanjung Priok, Patimban, Makassar New Port).

  • Fitur tambahan seperti reinforcement nets di kedua permukaan dinding memungkinkan desain dinding tanah bertulang (MSE wall) untuk jalan tol dan infrastruktur strategis.

  • Batas kedalaman gempa untuk galian relevan di Indonesia karena hampir semua proyek berada di zona seismik aktif.


8. Cloud & Integrasi Data

  • Dukungan Google Drive / OneDrive / Dropbox memudahkan kolaborasi antar konsultan, kontraktor, dan owner proyek.

  • Misalnya data bor tanah dari lapangan bisa diupload via GEO5 Data Collector → langsung terbaca di kantor pusat → dipakai untuk desain.


📌 Contoh Aplikasi Nyata di Indonesia

  1. Proyek Reklamasi Pantai Jakarta → modul konsolidasi + vertical drains.

  2. Tol Cisumdawu & Kereta Cepat Jakarta–Bandung → FEM Hoek-Brown untuk analisis tunnel.

  3. Pelabuhan Patimban & Makassar → sheet pile + pondasi dalam.

  4. Gedung Tinggi di Jakarta → micropile & pile group dengan parameter bond strength.

  5. Tambang Terbuka Batubara di Kalimantan → analisis kestabilan lereng dengan model FEM.

📊 Tabel GEO5 2024 ↔ Aplikasi di Proyek Indonesia

Fitur GEO5 2024Deskripsi SingkatAplikasi di Indonesia
Laboratory Module (CBR, Atterberg, Shear Box, dsb.)Input hasil uji tanah, template bisa disesuaikanDesain jalan raya & bandara (uji CBR), proyek tanah lunak di pantai utara Jawa
Hoek-Brown Model di FEMAnalisis massa batuan, cocok untuk terowonganKereta Cepat Jakarta–Bandungtol Cisumdawutambang batubara/nikel
Stratigraphy Upgrade (grafik, print besar)Cross-section tanah & peta geologiBendungan Semarang, Karian, investigasi geologi jalan tol & pelabuhan
Micropile & Pile Bond StrengthTiang dengan full rods, definisi bond strengthGedung tinggi di Jakarta/Surabayajembatan di tanah lunak
Vertical Drains (Settlement)Analisis percepatan konsolidasi dengan PVDReklamasi Teluk JakartaSemarangMakassar
Sheeting & Retaining Wall Reinforcement NetsPenambahan penguat jaring di dindingPelabuhan Patimban, Makassar, dinding penahan jalan tol elevated
Seismic Depth Limit for ExcavationBatas pengaruh gempa untuk galianProyek di zona seismik aktif (Sumatra, Jawa, Sulawesi, Papua)
Iterative Pile Shear CapacityMetode baru hitung kapasitas geser tiangPondasi jembatan besar (Sunda Strait Bridge study, Trans-Sumatra)
Cloud Data (Google Drive/OneDrive/Dropbox)Sinkronisasi data antar timKolaborasi konsultan–kontraktor–owner di proyek nasional
Prefab Wall Generasi BaruDinding modular dengan 3D visualizationPerumahan massal, tol elevated, struktur dinding modular
Standar Baru (ÄŒSN, NBR, AISC)Template bisa diadaptasi ke SNIPerencanaan Geoteknik SNI 8460:2017 untuk pondasi, lereng, dinding penahan

📌 Dengan fitur ini, GEO5 2024 bisa langsung dipakai untuk proyek strategis nasional (PSN) maupun skala daerah, terutama di tanah lunak pantai, daerah pegunungan, dan proyek pelabuhan.

Workflow nyata penggunaan GEO5 2024 yang sesuai dengan praktik di Indonesia (mengacu ke SNI Geoteknik 8460:2017 dan standar umum proyek).


🔄 Workflow Investigasi & Desain Geoteknik dengan GEO5 2024

1. Investigasi Lapangan

  • Kegiatan:

    • SPT (Standard Penetration Test)

    • CPTu (Cone Penetration Test dengan piezocone)

    • Borehole drilling

    • Uji permeabilitas lapangan

  • Alat bantu GEO5:

    • GEO5 Data Collector App → data lapangan langsung masuk ke database digital.

  • Output: Data tanah awal (profil stratigrafi, N-SPT, qc, fs, Rf).


2. Uji Laboratorium

  • Kegiatan:

    • Uji CBRAtterberg LimitsShear BoxUnconfined Compression Test (UCT)Consolidation Test.

  • Alat bantu GEO5:

    • Laboratory Module 2024 → input hasil uji → otomatis konversi ke parameter desain (φ, c, E, mv).

    • Template uji bisa disesuaikan ke format SNI.

  • Output: Parameter tanah rekayasa (c, φ, E, γ, Cu, Cv).


3. Pemodelan Stratigrafi

  • Kegiatan:

    • Membuat profil tanah & batuan dari borehole.

    • Identifikasi lapisan lunak, pasir, batuan dasar.

  • Alat bantu GEO5:

    • Stratigraphy Module dengan output format besar (A1/A0).

  • Output: Cross-section tanah untuk laporan geoteknik.


4. Analisis & Desain

  • Contoh Kasus A – Gedung Tinggi di Jakarta

    • Gunakan modul Micropile/Pile Group → hitung kapasitas tiang.

    • Masukkan bond strength dari hasil uji tanah.

    • Lakukan analisis settlement dengan modul konsolidasi + vertical drains.

  • Contoh Kasus B – Jalan Tol di Daerah Lereng (Cisumdawu)

    • Gunakan FEM dengan Hoek-Brown model untuk analisis kestabilan lereng & terowongan.

    • Tambahkan pengaruh gempa dengan seismic depth limit.

  • Contoh Kasus C – Pelabuhan Patimban

    • Gunakan Sheet Pile & Retaining Wall Module untuk desain struktur dermaga.

    • Tambahkan reinforcement nets sesuai kebutuhan stabilitas.


5. Validasi & Standar

  • Kegiatan:

    • Sesuaikan hasil desain dengan SNI 8460:2017 (Perencanaan Geoteknik).

    • Untuk pondasi → cek dengan SNI 1726:2019 (Gempa).

    • Untuk beton → sesuaikan dengan SNI 2847:2019 (Beton Bertulang).

  • Alat bantu GEO5:

    • Template desain di GEO5 bisa dimodifikasi mengikuti SNI meski default mengikuti EN/ÄŒSN.


6. Laporan & Kolaborasi

  • Kegiatan:

    • Hasil GEO5 diekspor ke Word/Excel untuk laporan.

    • Gambar struktur (pile group, retaining wall, stratigrafi) bisa diekspor ke AutoCAD.

  • Alat bantu GEO5:

    • Cloud sync (Google Drive, OneDrive, Dropbox) untuk berbagi dengan owner/kontraktor.

  • Output: Laporan geoteknik siap pakai (sesuai format konsultan di Indonesia).


🚀 Keuntungan Workflow GEO5 2024

✅ Integrasi penuh dari lapangan → lab → desain → laporan
✅ Hemat waktu (data digital, minim input ulang)
✅ Bisa disesuaikan dengan SNI
✅ Mendukung kondisi unik Indonesia (tanah lunak pantai, lereng vulkanik, zona gempa)

Instal dan download silahkan hubungi admin, Semoga bermanfaat terima kasih.

Jangan ragu untuk belajar, berlatih dengan software ini, dan berkreatifitas dengan berbagai modul analisis yang telah disediakan. Selamat mencoba berbagai permasalahan geoteknik dan modelkan dengan geostudio yang powerfull membantu pekerjaan kita!

Penutup

Sekian Penjelasan Singkat Mengenai Mengenal Sofware Geo5 versi 2024. Semoga Bisa Menambah Pengetahuan Kita Semua.

Posting Komentar

pengaturan flash sale

gambar flash sale

gambar flash sale