
Baik pada kesempatan hari ini kita bahas analisis sensitivitas di GeoStudio dengan gaya teknis tapi tetap praktis—cocok buat desain, evaluasi risiko, atau bahan laporan/tesis.
1️⃣ Apa itu Analisis Sensitivitas di GeoStudio?
Analisis sensitivitas adalah proses untuk melihat seberapa peka hasil analisis geoteknik (misalnya Factor of Safety, tekanan air pori, deformasi, debit rembesan) terhadap perubahan parameter input.
Di GeoStudio, analisis ini sangat penting karena:
Parameter tanah tidak pernah pasti (hasil lab & lapangan bervariasi)
Kondisi lapangan bisa berubah (hujan, muka air tanah, drainase)
Membantu identifikasi parameter paling kritis
👉 Prinsipnya:
Jika sedikit perubahan parameter → perubahan besar pada hasil, maka parameter itu sangat sensitif.
2️⃣ Jenis Analisis GeoStudio yang Bisa Dianalisis Sensitivitasnya
Analisis sensitivitas bisa diterapkan pada hampir semua modul GeoStudio:
SLOPE/W → stabilitas lereng
SEEP/W → aliran air & tekanan air pori
SIGMA/W → tegangan & deformasi
QUAKE/W → beban gempa
TEMP/W → temperatur (kasus khusus)

3️⃣ Parameter yang Dapat Dimodelkan dalam Analisis Sensitivitas
🔹 A. Parameter Kuat Geser Tanah (Paling Umum)
Digunakan di SLOPE/W
| Parameter | Simbol | Dampak Utama |
|---|---|---|
| Kohesi | c | FS sangat sensitif pada tanah kohesif |
| Sudut geser dalam | φ | Dominan pada tanah granular |
| Berat isi tanah | γ | Mempengaruhi gaya penggerak |
| Parameter undrained | Su | Analisis jangka pendek (clay) |
📌 Catatan penting:
Perubahan kecil φ (±2°) sering lebih berpengaruh dibanding perubahan c besar.
🔹 B. Parameter Tekanan Air Pori & Hidraulik
Digunakan di SEEP/W → SLOPE/W (coupled)
| Parameter | Dampak |
|---|---|
| Muka air tanah (GWT) | Sangat kritis terhadap FS |
| Koefisien permeabilitas (k) | Kontrol kecepatan aliran |
| Kondisi drainase | Pengaruh besar saat hujan |
| Boundary condition | Menentukan distribusi u |
📌 Biasanya diuji:
GWT naik/turun
Kondisi hujan ekstrem
Drain aktif vs tidak aktif
🔹 C. Parameter Model Konstitutif (SIGMA/W)
Untuk deformasi & tegangan
| Parameter | Fungsi |
|---|---|
| Modulus elastisitas (E) | Kekakuan tanah |
| Poisson ratio (ν) | Regangan lateral |
| OCR | Perilaku overconsolidated |
| Parameter Cam-Clay | Analisis lanjutan |
🔹 D. Beban & Kondisi Eksternal
| Parameter | Contoh |
|---|---|
| Beban timbunan | Tinggi, lebar, berat |
| Beban lalu lintas | Surcharge |
| Tekanan air eksternal | Waduk, sungai |
| Beban gempa (kh) | Pseudo-static |
🔹 E. Parameter Geometri
| Parameter | Dampak |
|---|---|
| Kemiringan lereng | Sangat sensitif |
| Tinggi lereng | Meningkatkan gaya geser |
| Panjang lereng | Pengaruh pada slip surface |
4️⃣ Cara Melakukan Analisis Sensitivitas di GeoStudio (Praktis)
Metode Umum:
Buat model dasar (baseline)
Duplikasi analisis
Ubah 1 parameter saja per skenario
Bandingkan hasil:
Factor of Safety
Lokasi bidang longsor
Tekanan air pori
📌 Contoh skenario:
φ = 28°, 30°, 32°
GWT = −2 m, −1 m, +0.5 m
k = 10⁻⁵ vs 10⁻⁶ m/s
5️⃣ Output yang Dianalisis
Grafik FS vs parameter
Perubahan critical slip surface
Kontur tekanan air pori
Faktor keamanan minimum
6️⃣ Kesimpulan Teknis
✔ Analisis sensitivitas membantu:
Menentukan parameter paling berpengaruh
Mengurangi ketidakpastian desain
Menyusun desain konservatif tapi efisien
Mendukung keputusan mitigasi (drainase, perkuatan)
Dalam banyak kasus stabilitas lereng, φ, muka air tanah, dan kondisi drainase adalah parameter paling sensitif.



Penutup
Sekian Penjelasan Singkat Mengenai Analisis Sensitivitas pada Stabilitas Lereng dan Faktor Keamanan Bendungan Urugan di Indonesia. Semoga Bisa Menambah Pengetahuan Kita Semua.