
1. Risalah Aplikasi
Aplikasi "AASHTO Soil Classifier" adalah sebuah instrumen rekayasa geoteknik digital yang berfungsi untuk memproses klasifikasi tanah berdasarkan standar pedoman AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) M 145 atau ASTM D3282

2. Poin-Poin Penting (Metrik Analisis)
Aplikasi ini melakukan klasifikasi berdasarkan pembagian butiran dan batas plastisitas dengan metrik sebagai berikut:
Pembagian utama material tanah selalu didasarkan pada persentase berat butiran yang lolos dari saringan No. 200 (disimbolkan dengan F)
. Material Granular: Diklasifikasikan jika tanah yang lolos saringan No. 200 memiliki persentase le 35%
. Kategori ini mencakup Grup A-1, A-2, dan A-3, yang secara teknis memiliki sifat daya dukung dan drainase yang baik . Material Silt-Clay (Lanau-Lempung): Diklasifikasikan jika persentase tanah lolos saringan No. 200 > 35%
. Kategori ini mencakup Grup A-4, A-5, A-6, dan A-7, yang memiliki kecenderungan peka terhadap paparan air dan mudah mengalami kompresi . Aplikasi ini menghitung nilai Group Index (GI) secara otomatis menggunakan formula matematika: GI = (F - 35)[0.2 + 0.005(LL - 40)] + 0.01(F - 15)(PI - 10).
Dalam hukum AASHTO, jika tanah bersifat granular (F le 35%), nilai GI dikunci pada angka 0
. Pengecualian terjadi pada subgrup A-2-6 dan A-2-7, di mana perhitungan GI hanya melibatkan porsi Indeks Plastisitas (PI) dengan rumus: GI = 0.01(F - 15)(PI - 10). Nilai metrik GI yang dihasilkan selalu dibulatkan ke bilangan bulat yang terdekat
. Angka GI berbanding terbalik dengan kualitas mutu tanah; semakin tinggi nilai GI, maka semakin buruk kualitas tanah tersebut untuk dijadikan lapisan subgrade .

3. Saran Teknis (Evaluasi Lapangan)
Sistem ini menyediakan saran teknis dan panduan lapangan sesuai dengan grup tanah yang diidentifikasi:
Grup A-1-a & A-1-b: Material berupa batu pecah, kerikil, dan campuran pasir kasar hingga sedang
. Material ini dikategorikan sebagai subgrade istimewa atau sangat baik, dan disarankan untuk dipadatkan secara mekanis guna memperoleh kepadatan dan stabilitas tinggi . Grup A-3: Terdiri dari material pasir halus (pasir pantai/gurun) yang bersifat Non-Plastic (NP)
. Tanah ini tergolong subgrade baik, namun disarankan mendapat perlakuan pemadatan khusus dalam kondisi basah karena kurangnya material pengikat (binder) . Grup A-2-4 hingga A-2-7: Merupakan agregat kerikil/pasir yang bercampur dengan material lanau atau lempung
. Kualitas subgrade berada pada level sedang hingga baik, dengan catatan teknis sangat rentan kehilangan tingkat stabilitas jika terpapar air jenuh, serta beberapa memiliki potensi mengembang (swell) . Grup A-4 & A-5: Merupakan jenis tanah berlanau elastis dengan mutu subgrade sedang hingga buruk
. Material rapuh ini rawan mengalami pergerakan tanah akibat pembekuan air (frost heave), sehingga disarankan untuk dihindari atau membutuhkan pelapisan fondasi tebal serta perkuatan geotekstil . Grup A-6: Merupakan tanah berlempung dengan mutu subgrade yang buruk
. Tanah ini tidak disarankan karena memiliki pergerakan kembang-susut yang nyata, dan kondisinya menjadi sangat buruk jika kadar air tinggi . Grup A-7-5 & A-7-6: Merupakan jenis tanah lempung elastis dengan mutu subgrade yang sangat buruk
. Tanah ini dipecah berdasarkan nilai PI; jika PI \le LL - 30 maka tergolong A-7-5 (kembang-susut ekstrem), dan jika PI > LL - 30 masuk kategori A-7-6 (lempung plastisitas tinggi) . Material pada grup ini mutlak membutuhkan rekayasa stabilisasi perkuatan menggunakan semen atau kapur sebelum diaplikasikan .
4. Kesimpulan
Aplikasi AASHTO Soil Classifier adalah platform digital komprehensif yang menjembatani evaluasi tanah uji mekanis standar laboratorium ke dalam visualisasi cerdas dan real-time
Link Aplikasi AASHTO Soil Classifier: AASHTO: Automated Mechanical Soil Classifier & Cyber HUD

Penutup
Sekian Penjelasan Singkat Mengenai AASHTO Soil Classifier. Semoga Bisa Menambah Pengetahuan Kita Semua.